Hati-Hati Menerima Barang Titipan, Inilah Modus Penipuan Yang Sering Terjadi.

Jika kamu sering travelling dan menggunakan moda transportasi umum, maka kamu harus berhati-hati. Apalagi jika kamu mendapat barang titipan yang kamu tidak mengetahui apa yang ada didalamnya. Berikut merupakan informasi yang didapat dari www.bcsoetta.net mengenai apa saja yang harus kamu perhatikan sebelum menerima titipan dari orang lain.

Modus Penipuan Yang Sering Terjadi Ketika Travelling

Hati-Hati Menerima Barang Titipan, Inilah Modus Penipuan Yang Sering Terjadi.

Hati-Hati Menerima Barang Titipan, Inilah Modus Penipuan Yang Sering Terjadi.


Dalam beberapa waktu terakhir, KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta menerima cukup banyak pertanyaan, keluhan, dan pengaduan (baik melalui telepon, email, atau melalui loket layanan informasi) mengenai informasi kedatangan barang impor dari luar negeri yang mengharuskan penerima barang mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi tertentu supaya barang tidak ditahan oleh petugas Bea dan Cukai. Setelah dilakukan penelitian, ternyata barang kiriman itu tidak dapat dipastikan keberadaannya atau tidak ada dan kemungkinan merupakan suatu bentuk PENIPUAN.

Modus penipuan itu biasanya berupa :

  • Pengirim barang kebanyakan mengaku dari United Kingdom, Amerika Serikat, negara-negara di benua Afrika, Malaysia, Afghanistan dan negara timur tengah lainnya;
  • Pengiriman barang dilakukan melalui Perusahaan Jasa Titipan atau Diplomatic Courier, Diplomatic Parcel, Diplomatic Package, dan Diplomatic Luggage yang tidak memiliki cabang / perwakilan di Indonesia;
  • Pengiriman barang dilakukan dengan cara dibawa oleh karyawan agen pengiriman sebagai barang bawaan penumpang yang menurut yang bersangkutan dikirim sebagai Diplomatic Courier, Diplomatic Parcel, Diplomatic Package, atau Diplomatic Luggage;
  • Jenis barang yang dikirim kebanyakan berupa : handphone, laptop, jam tangan, alat elektronik lainnya, dan perhiasan, uang tunai dalam mata uang Poundsterling, Euro atau Dollar untuk diberikan atau dititipkan kepada penerima barang, sebagai warisan (pelaku mengaku tidak memiliki ahli waris), atau sebagai iming-iming kerja sama/investasi dengan penerima barang.
  • Seseorang yang mengaku sebagai agen Perusahaan Jasa Titipan tersebut menelepon penerima barang untuk menginformasikan bahwa barang yang dikirim atau beserta agen pengiriman tersebut tertahan di Bea dan Cukai dan penerima barang harus membayar sejumlah uang untuk membayar bea masuk dan pajak, biaya Customs Clearance, biaya untuk penerbitan Sertifikat Money Laundry, atau biaya untuk penerbitan Sertifikat Antiteror yang harus ditransfer ke rekening pribadi tertentu.
  • Pengirim barang dan/atau seseorang yang mengaku sebagai Petugas Bea dan Cukai akan menghubungi penerima barang melalui telepon dan memberikan informasi agar penerima barang segera mentransfer sejumlah uang yang diminta (biasanya dengan informasi yang membuat panik si penerima barang, misalnya dengan ancaman bahwa barang tersebut akan dikembalikan ke negara asal atau dimusnahkan atau dengan ancaman bahwa agen pengiriman bersangkutan akan dideportasi).
  • Jika penerima barang (calon korban) memenuhi permintaan untuk mentransfer sejumlah uang, Seseorang yang mengaku sebagai agen Perusahaan Jasa Titipan, Pengirim barang dan/atau seseorang yang mengaku sebagai Petugas Bea dan Cukai akan kembali menghubungi si penerima barang untuk meminta sejumlah uang kembali dengan berbagai alasan (misalnya ada biaya penyimpanan barang yang harus dibayar setiap harinya, dan lain-lain).
  • Apabila permintaan untuk mentransfer sejumlah uang dipenuhi barang tetap tidak diantarkan kepada penerima barang dan biasanya akan diikuti dengan permintaan untuk mentransfer sejumlah uang kembali.





CIRI-CIRI PENIPUAN antara lain :

  • Pengirim dan penerima barang biasanya berkenalan melalui internet (biasanya berawal dari email) atau melalui media sosial seperti Facebook dll, yang kemudian berlanjut dengan motif pacaran atau bisnis (investasi).
  • Penerima barang (calon korban) memperoleh informasi melalui email atau telpon atau SMS bahwa yang bersangkutan mendapatkan barang kiriman dari luar negeri dan dapat melakukan pengecekkan status barang kiriman tersebut melalui suatu laman/url (biasanya laman tersebut memberikan informasi bahwa barang kiriman tersebut ditahan oleh Bea dan Cukai atau terkendala di Bandara Soekarno-Hatta).
  • Rekening bank yang digunakan untuk mentransfer pembayaran adalah REKENING PRIBADI a.n. PERORANGAN.
  • Penerima barang diberi jangka waktu yang singkat untuk mentransfer uang, jika tidak segera ditransfer maka barang kiriman tersebut akan dikembalikan ke negara asal, dimusnahkan atau penerima/pengirim barang dikenakan denda karena terlambat atau tidak mau mengurus barang kiriman tersebut atau agen pengiriman bersangkutan akan dideportasi.
  • Jika uang sudah ditransfer ternyata barang kiriman tidak pernah diantar ke penerima barangatau penerima barang diberitahukan melalui telepon agar mentransfer uang lagi karena masih ada biaya yang harus dibayar supaya barang bisa diantar.
  • Apabila penerima barang tidak bisa atau tidak mau melakukan transfer uang dan menginginkan menyerahkan uang secara langsung (tunai), biasanya “pelaku”(yang biasanya mengaku sebagai Petugas Bea dan Cukai) menjanjikan untuk bertemu di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah penerima barang datang ke Bandara Soekarno-Hatta, “pelaku” membatalkan pertemuan dengan berbagai alasan (atau memindahkan tempat pertemuan dan pada akhirnya akan dibatalkan kembali) dan meminta penerima barang untuk mentransfer saja dengan memberikan jangka waktu yang singkat.
  • Pada dokumen Air Waybill tidak mencantumkan nama pesawat, nomor dan tanggal penerbangannya (seharusnya data tersebut selalu tercantum pada AirWaybill).

Acapkali Calon Korban tidak percaya bahwa Pengirim adalah bagian dari Sindikat Penipuan karena telah bertatap muka atau telah beberapa kali mendapat kiriman barang (namun tidak seberapa nilainya), bahkan hubungan tersebut telah beranjak lebih serius misalnya telah bertunangan dan sebagainya.

Sumber : http://www.bcsoetta.net/v2/page/waspada-penipuan

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *