Cuma di Malioboro dengan Rp 30.000, puas nongkrong semalaman

Jalan Malioboro

Jika kamu berkunjung ke Yogyakarta, kurang lengkap rasanya jika tak mampir ke Malioboro. Jalan Malioboro merupakan ikon Kota Yogyakarta yang tak pernah sepi pengunjung, apalagi malam Minggu.

Berbagai kalangan baik muda-mudi sampai sepuh, ramai mengunjungi sekitar jalan yang terbentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta itu. Sejak petang menjelang, banyak orang sudah mulai memadati Jalan Malioboro.

Jalan Malioboro
Jalan Malioboro

Malioboro konon kependekan dari kata “Maliya saka Bara” yang berarti “mulia dari pengembaraan”. Pada jaman dahulu, Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mempunyai cita-cita untuk menjadikan jalan Malioboro sebagai pusat kemuliaan atau kemakmuran bagi masyarakat Yogyakarta, dan itu terbukti hingga sekarang. Jalan Malioboro menjadi salah satu obyek wisata menarik di Yogyakarta yang terkenal.

Di sekitar Jalan Malioboro, selain mempunyai beberapa tujuan rekreasi bersejarah yang populer bagi para wisatawan, seperti: Tugu Keraton, Stasiun Tugu Gedung Istana Negara, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jalan Malioboro juga menjadi surga bagi kamu yang senang shopping.

Malioboro mempunyai jejeran pedagang kaki lima yang menawarkan kerajinan khas Yogyakarta mulai dari kaos sablon dengan disain khas Yogyakarta hingga baju batik. Untuk kaos bersablon khas Yogya, di banderol dari harga Rp15.000 hingga Rp50.000 tergantung ukuran kaos, kualitas bahan dan kepandaian kamu menawar.

Jika kamu ingin belanja di malioboro maka tips belanja di Malioboro ada tiga.

Pertama  tawarlah barang sekitar 75 persen dari harga awal. kemudian naikkan tawaran sedikit demi sedikit. Setelah mencapai kesepakatan di angka 50 persen, maka bisa kamu bayar.

malioboro
malioboro

Kedua, kalau kamu bisa bahasa Jawa, gunakanlah. Namun sekarang yang jualan banyak orang pendatang, jadinya tidak harus pakai Bahasa jawa juga, hehe..

Ketiga, jika kamu sudah menemukan barang yang kamu ingin beli, segera setelah dibayar jangan diberikan kembali ke pedagang untuk dibungkus, disarankan untuk langsung membawanya saja. Disini banyak pedagang nakal yang suka menukar barang dengan kualitas yang lebih rendah dari barang yang dipajang.

Jika kamu pecinta kuliner maka Jalan Malioboro merupakan salah satu wisata kuliner malam yang harus kamu coba. Lezatnya jajanan khas Yogyakarta seperti pecel, gudeg, sate ayam, wedang jahe, mie godok dan lain sebagainya berjejer di sepanjang jalan Malioboro dengan harga yang murah dan terjangkau.

Angkringan disini biasanya buka selama 24 jam. Jika kamu mau makan, dengan uang Rp30.000 kamu bisa nongkrong sambil makan semala suntuk, bahkan 24 jam. Hehehe..

angkringan malioboro
angkringan malioboro

Jika kamu capek dan lelah menyusuri jalanan Malioboro, maka kamu bisa mencoba naik andong khas Yogya. Andong ini mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu kereta yang lebih panjang dan memiliki spasang roda. Hal Itu yang membuat daya angkut andong di Kota yogya menjadi lebih besar dari andong yang ada di daerah lain pada umumnya. Sebagai angkutan wisata khas jalan malioboro, andong adalah pilihan yang sangat nyaman dan menyenangkan untuk berkeliling.

Biasanya setelah pukul 22.00 WIB tiba, toko-toko di Jalan Malioboro sudah berangsur tutup. Namun jangan takut, jalanan ini masih ramai pelancong yang seolah malas mengakhiri ramainya malam minggu di Kota Gudeg Yogya.

Baca Juga :

Obyek Wisata Di Yogyakarta Yang Populer Dikunjungi

Mengenal Jajanan Gathot, Sawut, Gronthol, dan Jongkong

 

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *